Ada dua macam penderitaan yang dialami orang percaya. Pertama, penderitaan yang disebabkan karena diri sendiri. Kedua, penderitaan yang memang benar-benar karena Tuhan Yesus. Menjadi orang percaya tidak berarti selalu hidup dalam kenyamanan, yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapi penderitaan tersebut sesuai dengan apa yang Tuhan telah katakan dalam Firman-Nya.
Apakah semua penderitaan yang dialami orang percaya adalah penderitaan untuk Kristus? Penderitaan yang dialami orang percaya ada dua macam: 1. Penderitaan karena diri sendiri, dan 2. penderitaan karena Kristus. Dalam mengikut Tuhan, Tuhan memang tidak pernah menjanjikan hidup kita akan selalu lancar dan aman. Namun, Tuhan menjanjikan harta yang kekal bagi kita, yang tidak akan pernah hilang. Bila kita memiliki Yesus, sesulit apa pun hidup kita di dunia, kita tidak perlu kuatir karena semua ini hanya sementara, ada harta yang kekal menunggu kita di surga.
Suku Lewi adalah orang-orang yang dipilih untuk melayani di kemah suci dengan berbagai tugas yang berbeda. Di dalam kehidupan bergereja kita, ada banyak pelayanan yang dapat kita lakukan. Biasanya peran/jabatan apa yang paling tidak diminati? Yakni, rohaniwan. Banyak orang yang tidak mau jadi rohaniwan dan juga tidak mendukung orang lain jadi rohaniwan. Alasan pertama, karena takut menderita. Padahal firman Tuhan mengatakan, setiap orang percaya (bukan hanya rohaniwan) tidak hanya dipanggil untuk percaya tapi juga untuk hidup menderita bagi Kristus. Kedua, karena takut dituntut terlalu banyak untuk hidup kudus. Padahal panggilan hidup kudus ditujukan pada semua orang percaya. Ketiga, karena merasa tidak layak. Kita semua tidak ada yang layak, bukan hanya menjadi rohaniwan, bahkan menjadi anak Tuhan pun kita tidak layak. Semua adalah semata kemurahan dan anugerah Tuhan. Keempat, karena jabatan pendeta dianggap kurang membanggakan. Padahal dari sudut pandang Tuhan, itu sangat indah.
Kel.1 dibuka dengan skema penderitaan bangsa Israel setelah Yusuf meninggal. Tapi, saat mereka berseru kepada Tuhan, Allah mendengarkan mereka dan mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Sehingga Allah bertindak menyelamatkan umat-Nya. Kitab Keluaran bisa dibagi menjadi tiga tema besar: Pertama, Kel. 1:1-18:27: Tindakan penyelamatan Allah terhadap umat-Nya dari perbudakan di Mesir. Kedua, Kel. 19:1-24:18: Allah memberikan hukum-Nya kepada umat-Nya sehingga mereka hidup menurut aturan main Tuhan. Ketiga, Kel. 25:1-40:38: Allah memerintahkan umat Israel untuk membuat kemah suci agar mereka tahu bagaimana Allah seharusnya disembah. Allah memang menggenapi janji-Nya terhadap umat-Nya, tapi ini juga berarti bahwa setelah diselamatkan ada aturan main yang harus mereka taati sebagai umat Allah.