Segala sesuatu yang kita miliki sekarang ini adalah milik Tuhan. Dia mempercayakan banyak hal untuk kita kelola dan pelihara seturut dengan kehendak Allah. Jangan pernah hitung-hitungan untuk menolong orang lain setelah semua yang Tuhan berikan untuk kita, sebab semua yang terbaik yang kita miliki berasal dari Tuhan.
Kita bisa belajar dua hal dari hidup Sara: 1. Istri perlu taat kepada suami dan suami juga perlu taat kepada Tuhan. Sehingga ketaatan istri kepada suami itu di dalam Tuhan, sesuai aturan main Tuhan. 2. Percaya kepada Tuhan seratus persen, karena Dia adalah Allah yang sempurna dan tidak akan pernah salah walaupun kadang-kadang ada hal-hal yang tidak kita mengerti.
Nama Henokh berarti seorang yang berdedikasi. Berbeda dengan daftar keturunan Adam yang lain, yang dicatat mereka hidup, bertumbuh, dan mati tapi pada bagian ini. Dikatakan hidup Henokh diisi dengan berjalan bersama Allah. Dia mengisi hidupnya bukan sekadar hidup saja. Penulis kitab ini mencatat mengapa Henokh diangkat oleh Allah karena Henokh bergaul dengan Allah berdasarkan imannya kepada Allah, sesuai kriteria Allah. Iman yang bagaimana? Iman yang diisi oleh keyakinan dan pengakuan akan keberadaan Allah dan hidup di dalam pengakuan/keyakinan itu. Dengan kata lain, kita harus mencoba mengerti isi hati Tuhan dan hidup menurut isi hati Tuhan.
Kel.1 dibuka dengan skema penderitaan bangsa Israel setelah Yusuf meninggal. Tapi, saat mereka berseru kepada Tuhan, Allah mendengarkan mereka dan mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Sehingga Allah bertindak menyelamatkan umat-Nya. Kitab Keluaran bisa dibagi menjadi tiga tema besar: Pertama, Kel. 1:1-18:27: Tindakan penyelamatan Allah terhadap umat-Nya dari perbudakan di Mesir. Kedua, Kel. 19:1-24:18: Allah memberikan hukum-Nya kepada umat-Nya sehingga mereka hidup menurut aturan main Tuhan. Ketiga, Kel. 25:1-40:38: Allah memerintahkan umat Israel untuk membuat kemah suci agar mereka tahu bagaimana Allah seharusnya disembah. Allah memang menggenapi janji-Nya terhadap umat-Nya, tapi ini juga berarti bahwa setelah diselamatkan ada aturan main yang harus mereka taati sebagai umat Allah.
Yusuf adalah anak kesayangan Yakub. Tapi semasa hidupnya, ia banyak sekali mengalami pencobaan. Dengan keadaan seperti itu, Allah tetap campur tangan dalam kehidupan Yusuf. Dalam kondisi apa pun, tidak menjadikannya untuk tidak menjadi saksi Tuhan. Di tengah kesempitan, Yusuf berusaha untuk tetap setia pada Tuhan dan dalam kepasrahannya pada Allah, dia tetap aktif menunjukkan hubungannya dengan Tuhan, yakni betapa transparannya hidupnya di hadapan Tuhan.
Sifat-sifat Esau sesuai dengan sifat ayahnya, Ishak. Sedangkan Yakub mempunyai sifat-sifat yang dikehendaki ibunya. Tapi persoalannya, apakah tujuan Tuhan memberikan seorang anak kepada kita? Apakah ia harus diarahkan atau dikondisikan sesuai kerinduan ayah atau ibunya? Tujuan Allah memberikan anak adalah agar mereka bertumbuh dan menjalankan peran sebagai duta Allah di dunia ini sesuai tujuan penciptaan manusia pertama kali, yakni seturut gambar dan rupa Allah.
Sifat-sifat Esau sesuai dengan sifat ayahnya, Ishak. Sedangkan Yakub mempunyai sifat-sifat yang dikehendaki ibunya. Tapi persoalannya, apakah tujuan Tuhan memberikan seorang anak kepada kita? Apakah ia harus diarahkan atau dikondisikan sesuai kerinduan ayah atau ibunya? Tujuan Allah memberikan anak adalah agar mereka bertumbuh dan menjalankan peran sebagai duta Allah di dunia ini sesuai tujuan penciptaan manusia pertama kali, yakni seturut gambar dan rupa Allah.
Bila kita melihat keseluruhan isi Alkitab, maka penekanan di sini bukan soal asal suatu suku bangsa, tetapi pola pikir yang dimiliki oleh bangsa tersebut yang berbeda dengan pola pikir orang percaya yang telah dikomunikasikan oleh Tuhan melalui firman-Nya. Ada hal-hal yang tidak akan dimengerti oleh orang yang tidak menerima Yesus (Yoh. 1:10).
Pada waktu Abraham memiliki seorang anak, Tuhan mau supaya ia mempersembahkan anaknya, yaitu Ishak sebagai korban bakaran untuk Tuhan. Hal ini dilakukan Tuhan, hanya untuk menguji kesetiaan dan kasih Abraham kepada-Nya. Abraham lulus dalam ujian ini, sebab ia memiliki pengenalan yang benar akan Allah.
Abraham adalah orang pilihan Allah yang dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa lain. Abraham diuji kesetiaannya melalui Sarah, istrinya, pada saat Abraham dan Sarah pergi ke negara lain. Abraham meminta Sarah untuk tidak mengatakan pada Abimelekh (raja negeri itu) bahwa Sarah adalah istrinya. Mereka melakukan hal itu semata-mata karena Abraham takut dicelakai karena Sarah. Pernyataan seperti ini tentu menyakitkan. Kita juga sering melakukan hal yang sama kepada Allah. Kita menyangkali Allah hanya karena takut. Namun, syukur pada Tuhan bahwa Ia adalah setia dan kesetiaan-Nya tidak perlu diragukan. Manusia bisa ingkar janji, tapi Allah tidak.