Ringkasan Khotbah

  • Kejadian 20:1-18
    Abraham adalah orang pilihan Allah yang dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa lain. Abraham diuji kesetiaannya melalui Sarah, istrinya, pada saat Abraham dan Sarah pergi ke negara lain. Abraham meminta Sarah untuk tidak mengatakan pada Abimelekh (raja negeri itu) bahwa Sarah adalah istrinya. Mereka melakukan hal itu semata-mata karena Abraham takut dicelakai karena Sarah. Pernyataan seperti ini tentu menyakitkan. Kita juga sering melakukan hal yang sama kepada Allah. Kita menyangkali Allah hanya karena takut. Namun, syukur pada Tuhan bahwa Ia adalah setia dan kesetiaan-Nya tidak perlu diragukan. Manusia bisa ingkar janji, tapi Allah tidak.
  • Kejadian 24:1-9; 2 Korintus 6:14
    Bila kita melihat keseluruhan isi Alkitab, maka penekanan di sini bukan soal asal suatu suku bangsa, tetapi pola pikir yang dimiliki oleh bangsa tersebut yang berbeda dengan pola pikir orang percaya yang telah dikomunikasikan oleh Tuhan melalui firman-Nya. Ada hal-hal yang tidak akan dimengerti oleh orang yang tidak menerima Yesus (Yoh. 1:10).
  • Kejadian 22:1-19
    Pada waktu Abraham memiliki seorang anak, Tuhan mau supaya ia mempersembahkan anaknya, yaitu Ishak sebagai korban bakaran untuk Tuhan. Hal ini dilakukan Tuhan, hanya untuk menguji kesetiaan dan kasih Abraham kepada-Nya. Abraham lulus dalam ujian ini, sebab ia memiliki pengenalan yang benar akan Allah.
  • Lukas 18:18-27
    Kriteria orang baik di hadapan Tuhan sangat berbeda dengan kriteria orang baik di hadapan manusia. Seseorang dikatakan baik karena perbuatan dan sikapnya, tetapi hal itu dikatakan oleh manusia bukan oleh Tuhan. Orang baik menurut Tuhan adalah apakah ada Yesus di hatinya dan dalam hidupnya. Kalau kita menyadari bahwa kita menjadi anak Tuhan karena anugerah, kita harus tahu, apakah dalam kehidupan kita selalu ada Yesus?
  • 2 Timotius 1:1-18
    Paulus menyarankan pada Timotius supaya ia tidak malu, dan Paulus juga tidak malu. Kata malu ini punya arti khusus. Di saat kita mengalami hal yang tidak mengenakkan, apakah kita masih berkata Tuhan peduli pada keadaan kita? Kita perlu menyadari bahwa Tuhan selalu peduli akan hidup kita asalkan kita tidak malu mengakui keberadaan-Nya dalam hidup kita. Apa pun yang kita alami, Dia tidak pernah membiarkan kita sendiri dan Dia yang memelihara hidup kita.
  • Roma 1:18-20
    Alam semesta yang begitu luar biasa pasti diciptakan oleh pribadi yang berkuasa, berakal budi, dan kekal. Oleh sebab itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengenal Sang Pencipta kita. Sebab kebesaran alam semesta menceritakan tentang kebesaran Sang Penciptanya. Namun manusia yang telah jatuh dalam dosa, cenderung menciptakan allah sesuai keinginan hatinya sendiri sehingga menyangkali Allah yang sesungguhnya. Kita yang telah diselamatkan oleh Tuhan, hendaknya terus menerus belajar mengenal Sang Pencipta kita yang sesungguhnya dan tunduk kepada-Nya.
  • Hosea 6:6
    Pengenalan akan Allah bukan hanya secara intelektual tetapi kita juga harus hidup di dalam pengenalan itu. Berdasarkan relasi yang telah dipulihkan itulah kita berperilaku yakni sesuai dengan Firman.
  • Kejadian 1:1-25
    Allah Yahweh adalah Allah yang layak disembah karena Dialah sang pencipta, yang menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada dan Dialah Allah yang akan memimpin umat-Nya melintasi perjalanan dalam dunia ini dengan kasih setia-Nya.
  • Keluaran 2:23-25
    Dalam ayat-ayat sebelumnya, seolah-olah Allah tidak memperhatikan dan tidak peduli pada orang Israel. Tetapi, sebenarnya Allah memperhatikan dan campur tangan dalam kehidupan umat-Nya. Allah mengontrol sejarah kehidupan manusia. Walaupun kita tidak melihat campur tangan Allah secara spektakuler dan eksplisit, bukan berarti Allah tidak intervensi dalam kehidupan kita. Walaupun kita tidak melihat dan mengalami apa-apa, tetapi sesungguhnya Allah campur tangan dalam segala sesuatu, dan Ia bekerja sesuai rancangan dan janji-Nya (Kej. 15:13).
  • Lukas 15:11-32
    Sikap seorang bapa yang sangat mengasihi anaknya yang memberontak menggambarkan akan kasih Allah kepada kita, yakni kasih Bapa yang sangat besar mengharapkan anak-anak yang terhilang dapat kembali kepada-Nya. Pemulihan hubungan dengan Allah tidak bisa digantikan dengan harta benda. Hanya kasih Allahlah yang bisa memulihkan segalanya. Dosa apa pun yang kita lakukan, bila kita mau bertobat, maka Tuhan pasti mengampuni. Meskipun manusia mengingat dosa kita, namun Tuhan melupakan segalanya dan kasih-Nya yang besar siap untuk menerima dan memulihkan hubungan kita dengan-Nya.
  • Lukas 15:11-32
    Anak bungsu yang diceritakan dalam perumpamaan ini menggambarkan seseorang yang berinisiatif memberontak dan membiarkan si aku yang menentukan dan mengontrol dirinya sendiri, tapi dia segera sadar akan keberdosaannya dan bertobat. Kita juga sering seperti anak bungsu ini, namun bila kita mau bertobat, Tuhan menghargai pertobatan kita dan mau menerima kita kembali. Bapa yang penuh kasih siap untuk menantikan kita dalam keadaan apa pun juga.
  • Matius 4:19; Markus 1:17; 13:3; Yohanes 1:40-42; 6:8-9; 12:20-22
    Ada beberapa hal yang dapat kita ketahui tentang Andreas: 1. Andreas adalah saudara Petrus, 2. Andreas adalah murid Tuhan Yesus, 3. Andreas adalah orang yang memperkenalkan Petrus kepada Yesus, 4. Andreas adalah orang yang membawa orang Yunani yang ingin mengenal Yesus kepada Yesus, 5. Andreas adalah orang yang membawa anak kecil dengan 5 roti dan 2 ikannya kepada Yesus, dan dari 5 roti dan 2 ikan itulah muncul salah satu mukjizat yang sangat terkenal yang dilakukan Tuhan Yesus. Dengan prestasi Andreas tersebut, seharusnya dia orang yang diutamakan. Kenyataan ia adalah orang kedua setelah Petrus, tapi ia tidak pernah memperhitungkan semuanya itu. si Andreas tersebut, seharusnya dia orang yang diutamakan. Kenyataan ia adalah orang kedua setelah Petrus, tapi ia tidak pernah memperhitungkan semuanya itu.
  • Galatia 1:1-5
    Setiap anak Tuhan adalah hamba-Nya Tuhan. Kalau Paulus boleh menjadi rasul, itu semata-mata anugerah Tuhan. Seorang rasul adalah orang yang benar-benar mengetahui pikiran dan aturan dari orang yang mengutusnya. Peran kita sebagai utusan Allah harus mencerminkan pribadi Allah. Oleh sebab itu kita perlu belajar Firman Tuhan dengan baik supaya kehidupan kita dikuasai kehendak Allah. Anugerah Allah menyebabkan suatu perubahan. Iman selalu membuahkan perbuatan.
  • Kejadian 3:8-19
    Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, mereka tidak mau lagi bergantung pada Allah. Jauh dari sumber kebenaran mengakibatkan mereka bukan semakin benar melainkan semakin kacau kehidupannya. Manusia yang ingin lepas dari Allah yang tidak mau tunduk pada penciptanya, ironisnya tunduk pada ciptaan lain yang seharusnya tunduk pada manusia. Bukan hanya relasi manusia dengan pencipta tidak beres, dengan ciptaan lain tidak beres, dengan sesama juga menjadi tidak beres sehingga satu sama lain saling menaklukkan dan saling menguasai.
  • 1 Timotius 4:14
    Keberadaan Paulus adalah anugerah Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, kita harus belajar bahwa semua kemuliaan harus dikembalikan hanya kepada Tuhan saja. Kita tidak boleh memahami Allah hanya dari sudut pandang dunia. Kita harus hidup dengan mengenal diri supaya tahu diri, dan kalau kita tahu diri, kita akan bersikap seharusnya.
  • Keluaran 20:18-21; Yakobus 2:14-26
    Bagaimana iman yang benar? Iman yang telah menyelamatkan kita seharusnya diikuti dengan buah-buah perbuatan yang sesuai dengan iman itu, yakni kehidupan serupa Kristus. Allah tidak ingin kita memiliki ketakutan pada Allah seperti yang ada pada Iblis. Ketakutan kita pada Allah seharusnya membawa pada sikap penaklukkan pada Allah. Ketakutan kita harus membuat kita memiliki rasa hormat pada Tuhan, sehingga kita takut menyakiti hati Allah.
  • Keluaran 20:3; Matius 22:37-38
    Sebelum manusia jatuh dalam dosa, maka secara totalitas manusia hidup sangat bergantung pada Allah. Manusia harus tahu bagaimana menempatkan diri di hadapan Tuhan. Kita diciptakan dengan kebergantungan yang mutlak terhadap Allah. Itulah sebabnya kita harus memperlakukan Allah sebagaimana Allah seharusnya diperlakukan. Saat kita menempatkan diri sendiri dan bukan Allah dalam hidup kita, sebenarnya kita yang menjadi ilah lain dalam hidup kita. Setiap detik dalam hidup kita, biarlah kita menjadikan Allah segala-segalanya dalam hidup kita.
  • Keluaran 32:1-35
    Bangsa Israel tidak mempunyai iman yang benar sekalipun mereka telah menyaksikan kehebatan Tuhan. Iman yang benar tidak lahir begitu saja kalau bukan Tuhan yang menanamkan dan kalau kita tidak mau belajar dengan baik untuk mengenal Dia. Iman yang menyelamatkan itu harus diisi dengan pengenalan akan Tuhan sehingga tindakan kita dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
  • Roma 6:15-23
    Apa arti penebusan yang Tuhan lakukan untuk kita? Setiap manusia yang jatuh di dalam dosa, sudah hidup jauh dari standar Tuhan. Kalau kita hidup tidak menurut aturan Tuhan, hukumannya adalah kematian (Roma 6:23). Karena karya penebusan Tuhan Yesus atas diri kita, seharusnya hidup kita sesuai kehendak Tuhan dan tidak boleh hidup seenaknya sesuai dengan keinginan kita sendiri.
  • Keluaran 21:1-11; Matius 22:37
    Hukum mengasihi Allah dan sesama merupakan rangkuman dari seluruh hukum yang diberikan. Firman Tuhan mengajarkan agar kita memanusiakan diri dan orang lain seperti yang Tuhan rencanakan. Yakni, tidak lebih tinggi dari yang seharusnya dan juga tidak lebih rendah dari yang seharusnya. Sehingga pada saat Tuhan memberi peraturan tentang budak, sama sekali tidak mempunyai pengertian bahwa manusia yang satu boleh memperlakukan manusia yang lain semena-mena. Itulah sebabnya Tuhan menjelaskan hak-hak seseorang. Sesama kita tidak bergantung pada etnis, agama, atau apa pun.
  • Matius 16:13-23; 2Petrus 1:20-21
    Semua hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia, tertulis dalam Firman Tuhan dari kitab Kejadian sampai Wahyu. Oleh sebab itu, kita tidak boleh sembarangan menafsirkan arti Firman Tuhan dalam hidup kita. Kita harus membaca dengan teliti dan mengerti apa yang sebenarnya kita baca dalam Firman Tuhan. Dengan demikian kita bisa menguji sesuatu itu benar atau tidak berdasarkan Firman-Nya.
  • Keluaran 20:18-26; 23:24, 25
    Allah datang menemui manusia dalam wujud hal-hal yang spektakuler, tujuannya adalah di dalam menghampiri-Nya, kita memiliki rasa takut agar kita tidak berdosa di hadapan-Nya. Allah yang menentukan bagaimana seharusnya kita menghadap Dia, yakni Tuhan menghendaki kekudusan-Nya tidak dilecehkan.
  • Keluaran 12:1
    Dalam bagian ini kita bisa melihat bahwa Tuhan tidak pernah menuntut kita melakukan sesuatu di luar kemampuan kita. Dalam persiapan Paskah ini, Tuhan memerintahkan untuk menyembelih anak domba yang jantan dan tidak bercela. Ini dimaksudkan karena anak domba ini akan melambangkan Yesus Kristus yang tidak berdosa, yang dikorbankan bagi kita. Keselamatan yang diperoleh bangsa Israel berarti anak sulung mereka dibebaskan dari kematian dan kebebasan dari perbudakan Mesir. Ini menunjuk kepada pembebasan kita dari perbudakan dosa. Tuhan melakukan tulah I-IX, dimaksudkan untuk menyerang dewa-dewi orang Mesir dan menunjukkan bahwa hanya Tuhan yang layak disembah. Anak sulung Firaun yang dianggap titisan dewa juga mati untuk menunjukkan bahwa Tuhanlah Allah. Namun, keselamatan itu tidak diperoleh dengan otomatis. Mereka harus meresponi perintah Tuhan dulu, baru kemudian mendapat keselamatan. Demikian juga kita, kita harus bertobat, meresponi Firman Tuhan dengan baik, baru keselamatan itu diberikan pada kita.
  • Keluaran 7:14-25; 8:1-7
    Tanda yang Allah berikan melalui Musa ini harus diperhatikan tujuannya, karena tujuan itu jauh lebih penting dari tanda itu sendiri. Sungai Nil merupakan sumber kehidupan Mesir, oleh karena itu mereka menyembah dewa sungai ini. Ikan-ikan yang hidup di sungai Nil juga merupakan sumber kehidupan bagi Mesir sehingga mereka menyembah dewa-dewa dalam bentuk ikan. Melalui tulah ini, Allah ingin menjelaskan bahwa sumber kehidupan manusia adalah Allah sendiri, bukan sungai atau ikan yang harus disembah orang Mesir. Tulah kedua: Katak. Sama halnya dengan ikan dan sungai Nil yang disembah orang Mesir. Katak juga disembah sebagai dewi kesuburan oleh orang Mesir. Tangan Tuhan yang penuh kuasa menunjukkan kepada orang Mesir bahwa dewi yang disembah mereka ternyata tidak bisa mengontrol dirinya sendiri dan malah menimbulkan malapetaka bagi orang Mesir. Memang para ahli di Mesir bisa melakukan tanda yang sama, tetapi mereka tidak bisa memulihkan kembali. Ini menunjukkan bahwa kuasa yang menyertai Musa dan Harun lebih dari kuasa yang menyertai para ahli di Mesir. Ini merupakan tema yang akan terus kita lihat di kitab Keluaran dan merupakan Hukum Taurat yang pertama
  • Keluaran 8:16-24
    Pada bagian ini kita melihat hal yang berbeda, yakni para ahli Mesir tidak bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Musa dan Harun. Di sini Allah ingin menunjukkan bahwa kuasa yang menyertai para ahli ada batasnya karena setan-setan tunduk pada Allah. Malaikat-malaikat yang jatuh ini juga diciptakan oleh Allah sehingga mereka tidak bisa melampaui kuasa pencipta-Nya. Oleh sebab itu, kita tidak perlu takut pada kuasa setan. Dalam bagian ini kita juga melihat bahwa tulah-tulah ini hanya terjadi di tanah Mesir, di tempat kediaman orang Israel tidak terjadi. Di sini kita melihat betapa luar biasanya cara kerja Tuhan dan kasih karunia Tuhan. Melalui tulah-tulah ini Tuhan ingin menunjukkan pada Firaun bahwa hanya Dia yang layak disembah, bukan Firaun seperti yang selama ini dilakukan orang Mesir karena dia dianggap titisan dewa. Dan juga bukan dewa-dewa yang selama ini mereka sembah.
  • Bilangan 2:1-3, 5, 10, 18, 22, 29
    Kedekatan seseorang dengan hal-hal rohani bisa dikaitkan bahwa orang-orang itu dekat dengan Tuhan atau tidak. Saat bangsa Israel diminta untuk berkeliling di kemah pertemuan, yang dimaksudkan Allah supaya bangsa Israel menyadari bahwa Allah adalah pusat dari kehidupan mereka. Orang yang agamawi belum tentu punya pengenalan yang baik/punya hubungan yang dekat dengan Allah. Orang-orang benar tahu tentang Allah dan tidak boleh hanya sekadar tahu, tapi juga harus punya hubungan yang dekat dengan Tuhan.
  • Keluaran 32:1-6
    Kehidupan bangsa Israel setelah keluar dari Mesir memang tidak selalu diwarnai dengan kesetiaan pada Tuhan, tetapi mereka masih terus bergumul dengan kedagingan mereka. Dan Musalah yang selalu mengingatkan. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa bangsa ini sangat bergantung pada kepemimpinan Musa. Karena itu saat mereka tidak melihat Musa, mereka langsung berpaling dari Allah. Musa yang bergaul dan bergumul dengan Allah sehingga saat Musa tidak ada, mereka menjadi kosong. Bahaya sekali bila kita membiarkan kehidupan rohani kita bergantung pada orang lain.
  • Lukas 14:28-33
    Kita harus tahu siapakah Tuhan yang kita ikuti dan alasan kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Dengan datang pada Tuhan dan mengenal Dia secara pribadi, kita tahu siapakah Allah yang kita ikuti dan alasan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita. Dengan pengenalan yang lebih akan Tuhan, kita bisa melawan setiap tantangan yang ada di depan kita. Kita harus selalu siap dengan segala konsekuensi yang ada saat kita benar-benar mau menjadi murid-murid Yesus. Semua hal yang kita lakukan sekarang tidak sebanding dengan kasih dan pengorbanan-Nya yang begitu besar.
  • Keluaran 1-2:10
    Kematian Yusuf menjadi satu pelajaran bagi bangsa Israel bahwa bukan manusia yang harus menjadi sandaran kita, melainkan Allahlah yang harus menjadi tumpuan kita karena Dia tidak akan pernah mengecewakan. Dalam kitab Keluaran ini, Allah menunjukkan bahwa Dia adalah Allah yang berpegang pada perjanjian-Nya. Dengan cara-Nya, Ia melaksanakan rencana-Nya atas umat-Nya dan menggenapi perjanjian-Nya.
  • Roma 2:17-29
    Ayat ini menggambarkan tipe orang Yahudi yang sangat mengagungkan hukum Taurat, tetapi sebenarnya hati mereka jauh dari Allah. Di sini dijelaskan dua definisi tentang umat Allah. Pertama, umat Allah versi manusia/lahiriah, yaitu umat Allah yang tahu tentang hukum-hukum Allah tetapi tidak melakukannya dan hati mereka jauh dari Tuhan. Kedua, umat Allah versi Allah, yaitu umat Allah yang diawali dengan disunat hati dan telah mengalami kelahiran baru. Kita harus menjadi anak Tuhan yang bukan secara lahiriah, tapi harus benar-benar disunat hati dan mengalami kelahiran baru dalam Roh Kudus.
  • Roma 5:1-11
    Hasil dari pembenaran dalam Kristus Yesus memungkinkan kita memunyai kehidupan yang ada dalam damai sejahtera. Hidup sebagai anak Tuhan, bukanlah hidup yang mulus, sebagai contoh, Yusuf. Dia adalah pribadi yang berusaha hidup lurus di hadapan Tuhan, tapi pada kenyataannya, ia menghadapi berbagai macam tantangan. Dia difitnah, dikhianati, dijual, dan harus menghadapi berbagai kesengsaraan yang lain. Namun, dia tetap hidup dalam kebenaran Firman Tuhan sehingga damai sejahtera Tuhan selalu menyertai hidupnya dalam keadaan pahit seperti apa pun.
  • Galatia 4:1-7
    Kalau diperhatikan, kehidupan lama seseorang kelihatannya bebas, tetapi sebenarnya dia diperbudak oleh dosa. Status kita adalah hamba yang terpidana. Tapi saat Yesus datang untuk menebus kita (yang dulunya hamba dosa), berarti Tuhan Yesus membeli kita dan mengubah status kita menjadi anak-Nya, semua itu hanya karena anugerah Tuhan.
  • Filipi 1:27-30; Matius6:19-34
    Apakah semua penderitaan yang dialami orang percaya adalah penderitaan untuk Kristus? Penderitaan yang dialami orang percaya ada dua macam: 1. Penderitaan karena diri sendiri, dan 2. penderitaan karena Kristus. Dalam mengikut Tuhan, Tuhan memang tidak pernah menjanjikan hidup kita akan selalu lancar dan aman. Namun, Tuhan menjanjikan harta yang kekal bagi kita, yang tidak akan pernah hilang. Bila kita memiliki Yesus, sesulit apa pun hidup kita di dunia, kita tidak perlu kuatir karena semua ini hanya sementara, ada harta yang kekal menunggu kita di surga.
  • Roma 12:1-2
    Kita diselamatkan supaya tujuan Allah tergenapi yaitu agar kita menjadi representatif Allah dalam dunia ini. Kehidupan yang didedikasikan hanya untuk Allah adalah ungkapan rasa syukur kita pada Tuhan.
  • Kejadian 18:16-33
    Mengapa Abraham berdoa dengan "ngotot" untuk Sodom dan Gomora? Karena Tuhan memanggil Abraham adalah untuk menjadi berkat, bukan hanya bagi bangsanya, tapi bagi semua bangsa. Tuhan menuntut kita menjadi berkat bukan hanya untuk orang-orang yang kita kasihi saja, tetapi untuk semua orang; siapapun dia, kenal ataupun tidak, di gereja atau di luar gereja.
  • Lukas 11:1-13
    Di dalam keengganan manusia untuk menolong sesamanya, karena merasa terganggu, manusia akhirnya mau menolong, apalagi Bapa di surga. Dia akan memberikan yang terbaik untuk anak-anak-Nya. Allah sangat mengasihi kita apa adanya. Biarlah Allah Roh Kudus menguasai hati dan pikiran kita. Kita harus serius belajar Firman Tuhan karena Allah Roh Kuduslah yang mengontrol kehidupan kita. Dan kita tahu bahwa Allah selalu hadir menyambut kita kapan pun kita datang bersekutu dengan-Nya.
  • Matius 26:36-46
    Sebagai orang percaya, kita selalu merasa doa kita sudah benar. Namun, saat Tuhan tidak menjawab doa sesuai dengan harapan kita, apakah kita harus marah dan kecewa? Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Kita harus berdoa seperti Tuhan Yesus, yakni bukan kehendak kita yang terjadi, tetapi biarlah kehendak Tuhan saja yang terjadi. Selama hati dan harta kita tidak diserahkan pada Tuhan, bila terjadi kemalangan, kita tidak dapat bertahan. Oleh sebab itu, biarlah kita belajar membiarkan kehendak Tuhan dinyatakan dalam hidup kita walaupun mungkin itu tidak sesuai dengan keinginan kita.
  • Yohanes 17:6-23
    Pada awalnya murid-murid Tuhan Yesus tidak mengerti panggilan mereka. Dan mereka bukanlah orang-orang yang siap dipakai oleh Tuhan. Tetapi, Tuhan tetap memberi kesempatan bagi mereka untuk belajar, Tuhan tetap mengajar mereka dan mereka juga mau belajar. Sehingga akhirnya mereka menjadi orang yang setia sampai akhir dalam menjalankan misi Tuhan. Kita pun perlu sungguh-sungguh belajar firman Tuhan sehingga kita dapat menjalankan misi Tuhan dalam dunia ini.
  • Matius 18:12-14; Lukas 15:8-10
    Firman Tuhan ini menjelaskan bahwa pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang untuk mendengar Tuhan Yesus. Tapi berbeda dengan orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang memunyai pemikiran bahwa hanya orang yang layak datang kepada Kristus yang boleh datang. Tuhan Yesus mengatakan bahwa hanya orang-orang yang bertobat dan menyadari keberdosaannya, kepadanya Tuhan akan datang. Dia menganggap orang-orang seperti itulah yang berharga di mata-Nya. Karena setiap orang tidak lebih baik dari orang lain, jadi kita tidak boleh menganggap hanya diri kita yang layak datang ke hadapan-Nya.
  • Roma 1:1-7
    Rasul adalah seperti jabatan duta besar, seorang yang diutus. Dengan demikian rasul adalah orang yang diutus oleh Sang Pengutus. Kalau kita belum menjadi murid Kristus atau belum menjadi hamba Kristus, kita tidak bisa menjadi orang yang diutus. Menjadi utusan Allah semata-mata merupakan anugerah sehingga harus dijalani dengan hati yang bersyukur. Oleh sebab itu, seorang utusan Allah tidak boleh mencemarkan dirinya dengan hal-hal yang tidak berkenan di hadapan Allah.
  • 1 Tesalonika 1:1
    Seringkali kita mati-matian mempertahankan yang tidak prinsipil, akhirnya Injil tidak bisa diterima orang-orang di sekitar kita. Jabatan/gelar bukanlah satu usaha supaya orang menghargai kita, tapi Tuhanlah yang layak dihargai. Kita hanya seorang yang diutus untuk menjadi garam dan terang bagi kemuliaan Tuhan. Adakalanya orang merasa lebih tinggi dari yang lain, hal itu merupakan akar kejatuhan manusia dalam dosa. Biarlah Kristus terpancar melalui hidup kita. Tuhan Yesus adalah kepalanya dan kita adalah anggota tubuh yang saling melengkapi, menopang dan menolong.
  • 1 Tesalonika 1:2
    Ucapan syukur kita harus difokuskan kepada Tuhan saja. Pertumbuhan iman disebabkan karena karya Ilahi. Kita tidak bisa mengubah orang, hanya Tuhan yang bisa melakukannya. Karena itu kemuliaan, pujian, dan hormat hanya bagi Tuhan. Kalau Tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita, kita harus bersyukur. Kita juga harus bersyukur dengan adanya orang-orang di sekitar kita, dengan berbagai macam pertumbuhan imannya. Paulus sebagai imam Allah tetap berdoa buat orang lain. Kita harus menempatkan diri kita sebagai duta Allah yang dapat diandalkan.
  • 1 Tesalonika 1:3
    Pekerjaan iman yaitu pekerjaan/karya dari satu kehidupan yang bersumber dari iman berdasarkan pengetahuan yang benar akan Tuhan. Iman adalah suatu kepercayaan. Sebagai orang-orang Kristen, kita harus tahu siapa yang kita percaya. Ada keselarasan antara iman yang kita percaya dengan perbuatan, pikiran, perkataan, dan seluruh hidup kita. Biarlah kita memancarkan karakter Kristus melalui satu pemahaman iman yang kita percayai
  • 1 Tesalonika 1:4
    Kasih tanpa syarat itu didasarkan pada anugerah Allah. Kita tidak boleh bersikap terhadap sesama berdasarkan reaksi seseorang terhadap kita. Perbuatan yang didasarkan karena kasih akan membuat kita selalu teringat pada anugerah Allah. Perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya harus tetap difokuskan pada anugerah Allah sehingga memuliakan Allah.
  • Bilangan 5:11-31
    Di dalam Kristus, setiap orang sederajat, tidak dibedakan berdasarkan kesukuan dan statusnya. Apa pun status kita dalam kehidupan, kita harus mempersembahkan kehidupan yang kudus di hadapan Tuhan. Kita harus peka terhadap budaya dan tradisi-tradisi kita yang tidak cocok pada kebenaran Firman Allah. Sebagai anak-anak Allah kita harus membiarkan diri kita dikuasai oleh Allah.
  • Kejadian 1:26-28
    Allah berkenan menyatakan kita sebagai gambar Allah dengan maksud agar kita mencerminkan siapakah Allah dan sifat-sifat-Nya di tengah dunia ini. Sehingga di mana pun kita berada, dunia boleh melihat gambar Allah melalui diri kita.
  • Roma 1:1-7
    Nilai seorang hamba ditentukan oleh tuannya. Orang-orang percaya adalah seorang hamba dan Kristus adalah tuannya. Kita yang dulu diperbudak oleh dosa, sekarang sudah ditebus dan dibayar tunai dengan darah Kristus. Oleh sebab itu, kita harus menghargai hidup kita dan tidak boleh menyia-nyiakannya. Apa pun yang terjadi, kita tidak perlu takut karena pengharapan kita ada pada Yesus Kristus yang adalah tuan kita.
  • Roma 4:1-25
    Pengampunan yang diberikan pada manusia semata-mata karena anugerah Tuhan. Keselamatan dari murka Allah bukan karena keturunan, tapi kita sendiri harus punya relasi secara pribadi dengan Tuhan. Setiap orang harus menyadari akan pembenaran Allah yang telah menggantikan kita dari murka Allah sehingga kita diselamatkan. Biarlah kita menjadi manusia yang menyadari akan ketidak layakkan kita sebagai orang berdosa di hadapan Allah dan hanya oleh anugerahlah kita mendapatkan keselamatan.
  • Kejadian 2:1-3
    Apa itu hari Sabat? Apa sebenarnya kebenaran yang ingin Tuhan komunikasikan kepada kita mengenai hari Sabat? Hari Sabat kita rayakan untuk memuliakan Tuhan.
  • Matius 13:44-46
    Seseorang yang telah menerima karya penebusan Tuhan Yesus akan melihat bahwa keselamatan merupakan harta dan mutiara yang sangat berharga. Bahkan ada orang-orang yang rela meninggalkan segalanya hanya karena Tuhan. Yang kita dapatkan saat ini/semua yang kita terima tidak sebanding dengan apa yang sudah Tuhan berikan pada kita. Harta yang terpendam dan mutiara yang sangat berharga membuat kita, orang-orang yang sudah tahu tentang semua ini akan dengan rela meninggalkan segalanya hanya untuk Tuhan.
  • Imamat 20-22
    Setiap orang percaya dituntut untuk hidup kudus berdasarkan pada Firman Tuhan. Tuhan ingin setiap Firman yang sudah kita pahami hendaknya menguasai kehidupan kita. Kehidupan dalam kekudusan tidak pernah lepas dari Firman Tuhan. Berdasarkan pemahaman yang benar tentang Firman Tuhan akan membuat orang jauh dari kesesatan.
  • Keluaran 20:1-17 (Keluaran 20:3); Matius 6:24; Lukas 16:13
    Mengapa kita tidak boleh menyembah lebih dari satu Allah? Karena pada dasarnya memang tidak ada allah lain. Seharusnya tidak ada objek-objek penyembahan lain dalam hidup kita. Kita harus hidup bagi Dia, memfokuskan diri hanya kepada-Nya, yang adalah satu-satunya Allah yang patut disembah dan diutamakan dalam hidup kita.
  • Keluaran 20:1-17 (Keluaran 20:4-6); Roma 1:18-32; Yohanes 14:7
    Pencipta kita dengan ke-Maha-an-Nya tentu tidak dapat dibandingkan dan digantikan dengan ciptaan mana pun. Karena itulah Allah tidak boleh digambarkan dan disamakan dengan sesuatu yang lain dalam dunia ini, baik dalam wujud benda maupun manusia.
  • Keluaran 20:1-7 (Keluaran 20:7); Matius 5:33
    Apa artinya sebuah nama? Nama berkaitan dengan keberadaan pribadi orang yang menyandangnya. Oleh sebab itu, Allah melarang orang menggunakan nama-Nya dengan sembarangan, yakni tidak sesuai dengan keberadaan pribadi Allah yang sebenarnya. Jadi, ketika kita menyebut nama Allah atau bersumpah, harus sesuai dengan karakter Allah karena nama mewakili keberadaan Allah itu sendiri.
  • Keluaran 20:1-11 (Keluaran 20:8-11); Lukas 13:10-17
    Tuhan tidak mau kita hanya memuliakan-Nya dengan pikiran, perkataan, dan perilaku kita, tetapi juga dengan waktu kita. Dalam konteks PL, hari Sabat berkaitan dengan hari penciptaan dan pembebasan umat Israel dari Mesir. Jadi, di sini kita melihat, Allah sangat serius memperhatikan hari Sabat untuk mengingat akan karya Allah bagi kita. Dalam konteks PB, hari Sabat berkaitan dengan kebangkitan Tuhan Yesus; merayakan kemenangan yang kita peroleh di dalam Yesus Kristus. Pada hari Sabat, ada dua hal yang harus kita lakukan. Pertama, hari ini adalah hari untuk menguduskan diri dan menyembah Tuhan; merayakan kemenangan Tuhan. Kedua, menyatakan kemurahan Allah kepada orang-orang di sekitar kita.
  • Keluaran 20:1-17 (Keluaran 20:16); Kejadian 3:1; Matius 26:57-75; Kisah 6:8-16
    Dusta berbicara tentang ketidakbenaran. Kita dituntut menyatakan kebenaran karena kita adalah duta Allah. Kebenaran itu tidak bisa diubah, bersifat mutlak, dan tidak tergantung pada apa pun dan siapa pun. Dan manusia akan diadili berdasarkan kebenaran. Saksi dusta merugikan orang yang mengucapkan saksi dusta itu sendiri.
  • Roma 7:13-25
    Perilaku yang dilihat dari segi motivasi, tujuan, dan cara yang tidak sesuai dengan apa yang Allah perintahkan/tidak sesuai standar Allah disebut dosa. Kita tidak bisa melakukan hukum Taurat bersandarkan pada kekuatan kita, namun dengan pertolongan Roh Kudus akan menolong kita dalam berinteraksi dengan Firman Tuhan dan hukum Taurat. Dengan karya penebusan Tuhan, kehidupan kita saat ini dipulihkan oleh Allah sehingga kehidupan kita bisa mencerminkan citra/gambaran diri Allah. Bila kita tetap berinteraksi dengan hukum-Nya dan taat pada pimpinan Roh Kudus, Dia akan mengingatkan kita akan hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.
  • Keluaran 20:1-12 (Keluaran 20:12); Efesus 6:1-4
    Tidak menaati orang tua merupakan karakteristik dari orang yang memberontak pada Allah. Orang tua dituntut untuk mendidik anaknya dalam Tuhan, karena itu mereka sendiri harus hidup dalam Tuhan, belajar firman Tuhan, dan melakukan firman Tuhan. Dan hal ini berkaitan dengan tunduknya anak pada orang tua. Dengan kata lain, anak harus taat pada orang tua di dalam Tuhan.
  • Keluaran 20:1-13 (Keluaran 20:13); Matius 5:21-24
    Kita harus menghargai kehidupan karena kehidupan diberikan oleh Allah. Kita dan sesama kita adalah gambar Allah. Oleh sebab itu, hidup manusia hanya boleh diakhiri oleh Allah sendiri, itu adalah hak Allah. Jangan membunuh juga berarti kita tidak boleh mendengki atau mendendam pada seseorang. Karena hal itu berarti kita tidak mau mengampuni sesama kita padahal kita telah diampuni oleh Allah. Arti lainnya, kita juga tidak boleh memiliki hati yang jahat -- yang memanipulasi orang lain, menyiksa sesama, maupun diri sendiri. Dengan kata lain, jangan memutuskan kesempatan bagi orang lain dan diri sendiri untuk mempersembahkan hidup bagi Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
  • Keluaran 20:1-14 (Keluaran 20:14); 1 Korintus 6:18-20; Kejadian 2:24-25
    Tubuh kita adalah milik Tuhan. Karena itu, kita tidak boleh sembarangan memperlakukan tubuh dan mencemarkan tubuh kita. Hubungan seks hanya diperkenankan dalam ikatan pernikahan. Dengan demikian dalam pernikahan dituntut kesetiaan untuk mewujudkan kehidupan yang diperkenankan Tuhan.
  • Keluaran 20:1-17 (Keluaran 20:15); Ulangan 25:13-15; Roma 13:8
    Pencuri itu juga dikaitkan dengan kejujuran -- dapat dipercaya, yakni kita harus selalu hidup di hadapan Tuhan. Dengan kata lain, kita tidak perlu dikondisikan untuk menjadi jujur, tapi telah menjadi natur kita. Mencuri itu bisa dilakukan dalam berbagai hal, misalnya mencuri waktu, tidak menghargai hak seseorang.
  • Keluaran 20:1-17 (Keluaran 20:17); 2 Samuel 11; Matius 6:25-34
    Kata jangan mengingini berarti kita tidak boleh menghendaki apa yang bukan milik/porsi/hak kita. Pelanggaran hukum ini bisa mengakibatkan pelanggaran pada hukum-hukum lainnya. Melanggar hukum ini dapat merusak keadaan masyarakat dan sikap kita terhadap manusia.
  • Lukas 5:27-28
    Mengikut Yesus bukan sekadar ikut-ikutan. Kita harus tahu alasannya kenapa kita ikut Tuhan. Hidup bagi Tuhan tidak ditentukan oleh posisi kita. Ikut Tuhan berarti kita harus siap melakukan apa saja dan menjadi apa saja bagi kemuliaan nama Tuhan. Apa pun yang terjadi, kita akan punya alasan untuk hidup dan mati hanya bagi Tuhan.
  • Yohanes 10:27; Roma 8:37-39
    Kita sebagai anak-anak Tuhan tidak bisa melakukan apa saja sesuka hati kita karena kita sudah menerima keselamatan dan terlepas dari murka Allah. Status kita sebagai anak Tuhan harus diikuti dengan perbuatan yang cocok, baik itu perilaku, pola pikir, dan perkataan kita. Jadi iman yang menyelamatkan tidak bisa berdiri sendiri. Iman yang menyelamatkan harus membuahkan perbuatan yang selaras dengan status kita sebagai anak-anak Tuhan.
  • Yakobus 2:14-17
    Iman yang menyelamatkan bukan berasal dari usaha kita sendiri, tapi karena anugerah Tuhan. Alasan Tuhan memisahkan kambing dan domba adalah karena iman yang menyelamatkan tidak pernah berdiri sendiri. Semua orang bisa berbuat baik, namun tidak semua perbuatan baik memiliki motivasi/cara/tujuan yang cocok dengan iman yang menyelamatkan. Perbuatan baik juga tidak bisa berdiri sendiri. Orang-orang di sekitar kita harus bisa melihat buah dari iman yang kita miliki melalui perbuatan kita.
  • Roma 11:33-36
    Karya penebusan Yesus Kristus memungkinkan manusia terlepas dari murka Allah. Keselamatan yang kita terima bukan karena kebaikan kita, tapi karena kemurahan Allah. Allah berkenan mengganti status kita yang seharusnya dihukum, dengan mengorbankan Putra-Nya untuk keselamatan kita. Oleh karena karya penebusan-Nya yang luar biasa, kita patut mengucap syukur. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur saat kita menjalani hidup yang penuh tantangan sekalipun
  • Keluaran 7-14 (Bagian I); Ulangan 6:4
    Allah menyatakan bahwa sesungguhnya hanya Dia yang patut disembah karena Dialah pencipta dari segala sesuatu.
  • Roma 1:8-15
    Kehadiran kita sebagai anak Tuhan harus membawa damai sejahtera bagi orang lain. Menjadi berkat dengan kehadiran dan perilaku kita di mana pun kita berada, dengan cara menghargai setiap orang tanpa memandang jabatan atau status mereka, tetapi karena mengingat apa yang telah Tuhan lakukan untuk kita. Dengan keberadaan diri kita yang demikian, akan membawa banyak orang datang kepada Yesus.
  • Kejadian 15:1-21
    Abraham mengalami pergumulan untuk mengerti kehendak Tuhan. Dia pernah mengalami jatuh bangun dalam mengikut Tuhan. Namun, Tuhan mengajarkan Abraham bahwa Dia punya cara sendiri dalam menggenapi janji-Nya dan tidak mungkin mengingkari janji-Nya kepada umat-Nya.
  • Kejadian 6:9-22
    Nuh di antara orang-orang sezamannya, dari sudut pandang Allah, dikatakan sebagai orang yang benar dan tidak bercela. Karena Nuh hidup bergaul dengan Allah, ia tahu apa yang Tuhan suka dan tidak suka, apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang bukan kehendakNya. Jadi ini tidak terjadi secara otomatis. Dan Nuh selalu melakukan tepat seperti apa yang Tuhan kehendaki bukan apa yang ia kehendaki.